Event, Ulasan Umum

Boen Bio “Temple of Literature”

Tidak salah kalau kalau Boen Bio atau Wen Miao disebut sebagai Temple of Literature karena Boen Bio sebagai pusat pengembangan agama Khonghucu khususnya di Kota Surabaya. Karena keunikan dan daya tarik bangunan kelenteng ini banyak menarik minat para akademisi, pencinta dan pemerhati seni budaya, ataupun wisatawan lokal dan luar negeri untuk datang berkunjung ke kelenteng Boen Bio dijalan Kapasan 131…

Continue Reading
Event, Ulasan Umum

Pergantian Kepengurusan Tempat Ibadah Boen Bio Surabaya

Pemilihan ketua dan pengawas kelenteng Boen Bio Surabaya periode masa bakti tahun 2018 – 2022 berjalan lancar, damai dan sukses. Masa jabatan pengurus kelenteng Boen Bio masa bakti tahun 2014 – 2018 telah berakhir. Maka Perhimpunan MAKIN  Boen Bio Surabaya menggelar Rapat umum anggota untuk mengadakan pemilihan ketua kelenteng masa bakti tahun 2018 .- 2022. Rapat umum anggota diselenggarakan pada…

Continue Reading
Ulasan Umum

Foto Gus Dur Di Lithang Klenteng BoenBio

suarasurabaya.net| Sebuah Klenteng pada umumnya di dalam bangunan terdapat altar untuk berdoa, patung dewa, gambar dewa, dan lainnya yang kental dengan agama Khong Hu Chu. Namun ada berbeda dan menarik di Klenteng Bun Bio Jl. Kapasan, Surabaya. Di ruangan Klenteng Bun Bio ini, terpajang foto almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dikenal Gus Dur. Foto Gus Dur tersebut…

Continue Reading
Ulasan Umum

Tonggak Pergerakan Warga Tionghoa Yang Dibantu Oleh Gus Dur

SURYA Online, SURABAYA – Nama pasangan Budi  Wijaya (50) dan Lanny Guito (42)  layak disebut sebagai pendobrak. Warga Surabaya ini, menjadi warga Tionghoa pertama yang melakukan perlawanan. Itu terjadi pada 1996, ketika negara  melarang keras segala atribut dan tradisi Tionghoa ditampilkan. Budi Wijaya kala itu menikah secara agama Khonghucu. Pernikahannya ditolak Kantor Catatan Sipil Surabaya. Dengan bantuan Klenteng Boen Bio,…

Continue Reading
Ulasan Umum

Budi Tidak Ingin Sebutan Pahlawan Khonghucu

SURYA Online, SURABAYA – Pasangan suami istri Budi Wijaya – Ny Lany Guito layak disebut sebagai  inspirator perlawanan diskriminasi terhadap kaum Khonghucu. Perlawanan dilakukan dengan menggugat  Kantor Catatan Sipil Surabaya yang menolak mencatat pernikahan secara Khonghucu. Inilah pasangan Tionghoa pertama yang berhadapan secara hukum melawan Orde Baru, rezim yang mengeluarkan Inpres 14/1967 yang membatasi atribut dan tradisi Tionghoa serta tidak…

Continue Reading