Tidak salah kalau kalau Boen Bio atau Wen Miao disebut sebagai Temple of Literature karena Boen Bio sebagai pusat pengembangan agama Khonghucu khususnya di Kota Surabaya.
Karena keunikan dan daya tarik bangunan kelenteng ini banyak menarik minat para akademisi, pencinta dan pemerhati seni budaya, ataupun wisatawan lokal dan luar negeri untuk datang berkunjung ke kelenteng Boen Bio dijalan Kapasan 131 Surabaya. Sekedar mengamati, foto-foto ataupun yang lebih serius untuk lebih tahu soal sejarah berdirinya kelenteng ini, baik segi arsitekturnya, ornamen kelelenteng dan mengenal lebih dekat soal Agama Khonghucu dan lain-lain.
Dari kalangan akademisi yang berkunjung ke Boen Bio mulai dari Pelajar, Mahasiswa, Dosen dan Pondok Pesantrenpun berkunjung ke Kelenteng Boen Bio.
Pada tanggal 16 April 2019 SMK St. Hendrikus Surabaya berkunjung ke Boen Bio dalam rangka kegiatan Field Trip kelas XI dengan mengambil tema “Keanekaragaman budaya Indonesia, menuju Indonesia bersatu”. Kegiatan ini diikuti +/- 75 Siswa dan guru pembimbing. Kegiatan ini dikemas dengan pengenalan dan dialog interaktif tentang Agama Khonghucu.




Tanggal 26 April 2019.
Dalam rangka memberikan wawasan tentang kehidupan beragama dimasyarakat luas, juga memberi pengetahuan tentang lembaga-lembaga pendidikan dari berbagai agama, serta untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama, kurang lebih 40 mahasiswi Universitas Darussalam Gontor – Kampus V Kandangan melakukan studi akademik yaitu studi agama-agama ke Kelenteng Boen Bio untuk lebih mengetahui Agama Khonghucu langsung dari sumbernya.




Tanggal 17 Mei 2019.
Kurang lebih 50 orang peserta para dosen didampingi Rektor Universitas Ciputra Bpk. Yohannes Somawiharja, mengadakan kunjungan ke Kelenteng Boen Bio dalam rangka pengenalan sejarah kebangsaan khususnya masyarakat Tionghoa Surabaya serta peran kelenteng Boen Bio era perjuangan kemerdekaan sampai dengan yang sekarang ini, sekaligus lebih mengenal sejarah berdirinya kelenteng Boen Bio dan lebih mengenal agama Khonghucu.













by. Js. Liem Tiong Yang.
